27 tahun terlalui. Hari ini seperti biasa aku harus berangkat ke kampus untuk mengajar. aku terlambat bangun…damn! buru-buru mandi (hampir lupa gosok gigi), ganti baju, n dandan. kutinggalkan kamar layaknya kapal pecah…kertas koreksian bertebaran di lantai, termasuk buku-buku yang kubaca kemarin malam. ya.. hari ini aku mengajar pukul 10.10 di lantai 4. TUTORIAL paper UAS, partnerku tak datang. malu juga terlambat 10 menit, atas keterlambatan itu akhirnya tutorial di berikan perkelompok tak lagi presentasi untuk satu kelas. apapun metode mengajar hari ini tetap terasa “lelah bicara” karena kudu memberi feedback untuk 8 kelompok yang baru saja belajar melakukan riset.
ekspresi anak-anak kalo di beri feedback: ada yang serius menyimak, mumet, terburu-buru mau cepat selesai,putus asa karena harus turun lapangan lagi, ada yang tak mengerti sampai materi kelas ini selesai… hiks..hiks sedih juga, gemes juga. kalimat ” bisa dilanjutkan” merupakan kata sakti untuk mereka. ada kelompok yang datang dengan progres, ada yang tak berkembang justru semakin berputar-putar, gelap gulita akibat mega mendung….aaarrrrgghhh…hahaha. tapi.. ya sudahlah, Be patient
waktu berlalu cepat, kelas selesai dan molor sekitar 15 menit. baru sadar kalo hari ini bapak/ibu Cleaning Service lupa menghantarkan minum. Haus gila! setelah urusan administrasi, tanda-tangan sana-sini aku bisa keluar dari kelas. Diluar hujan…rintik-rintiknya masuk kedalam lantai tempat lorong yang kulalui….dari ketinggian ini aku melihat bangunan, pohon-pohon, dan aktivitas lalu lintas.
aku melamun..demikian aku melalui 27 tahun usiaku, tepat pada tanggal itu.
aku tersenyum
kuturuni tangga basah itu satu persatu.

