17 desember 2008

27 tahun terlalui. Hari ini seperti biasa aku harus berangkat ke kampus untuk mengajar. aku terlambat bangun…damn!  buru-buru mandi (hampir lupa gosok gigi), ganti baju, n dandan. kutinggalkan kamar layaknya kapal pecah…kertas koreksian bertebaran di lantai, termasuk buku-buku yang kubaca kemarin malam. ya.. hari ini aku mengajar pukul 10.10 di lantai 4. TUTORIAL paper UAS, partnerku tak datang. malu juga terlambat 10 menit, atas keterlambatan itu akhirnya tutorial di berikan perkelompok tak lagi presentasi untuk satu kelas. apapun metode mengajar hari ini tetap terasa “lelah bicara”  karena kudu memberi feedback untuk 8 kelompok yang baru saja belajar melakukan riset.

ekspresi anak-anak kalo di beri feedback: ada yang serius menyimak, mumet, terburu-buru mau cepat selesai,putus asa karena harus turun lapangan lagi, ada yang tak mengerti sampai materi kelas ini selesai… hiks..hiks sedih juga, gemes juga.  kalimat ” bisa dilanjutkan” merupakan kata sakti untuk mereka. ada kelompok yang datang dengan progres, ada yang  tak berkembang justru semakin berputar-putar, gelap gulita akibat mega mendung….aaarrrrgghhh…hahaha. tapi.. ya sudahlah, Be patient

waktu berlalu cepat, kelas selesai dan molor sekitar 15 menit. baru sadar kalo hari ini bapak/ibu Cleaning Service lupa menghantarkan minum. Haus gila!  setelah urusan administrasi, tanda-tangan sana-sini aku bisa keluar dari kelas. Diluar hujan…rintik-rintiknya masuk kedalam lantai tempat lorong yang kulalui….dari ketinggian ini aku melihat bangunan, pohon-pohon, dan aktivitas lalu lintas.

aku melamun..demikian aku melalui 27 tahun usiaku, tepat pada tanggal itu.

aku tersenyum

kuturuni tangga basah itu satu persatu.

Mau kemana

pasir tak bisa digenggam

cahaya tak bisa ditepis

udara tak bisa dihentikan

ku ikuti kemana hembusan angin menunjukku

ke pulau sejuta pohon, sejuta  sungai, sejuta harapan…

disitulah aku berada

Boneka Pirang Berjepit Jepun

Perasaanku aneh melihat bentukmu, Boneka Pirang Berjepit Jepun. Semua orang menyukaimu, begitu menantimu. mereka menganggapmu seperti Dewi…cantik betul…eksotis betul. Lebih eksotis dari rumahku.

aku datang ke suatu tempat, duduk di pinggir sawah yang katanya juga eksotis. hahaha ya benar eksotis.

aku melihatmu… puluhan, ratusan, ribuan, jutaan,… mereka mirip sekali denganmu. Boneka Pirang Berjepit Jepun. orang-orang dirumahku betul menantimu, mereka pikir dirimu membawa sedikit rejeki bagi hidupnya. tak ada yang aneh jika dirimu berdiri ditengah sawah lalu berfoto bersama hijaunya sawah, berfoto dengan kotornya jalanan penuh lumpur, berfoto dengan pertarungan ayam jago, berfoto dengan patung depan rumahku. semua orang menantimu, memuji betapa beradabnya dirimu, betapa tulusnya dirimu hadir di dalam rumahku.

ya semua orang menyukaimu….

ya, tapi tak ada yang peduli apa yang terjadi dalam rumahku. Ayahku belajar bicara dengan bahasamu, ia ingin sekali memahami cerita tentang duniamu. Ibuku setiap pagi berbelanja ke pasar menawarkan makanan terlezat untukmu, lupa makan, lupa istirahat, ia begitu inginnya membuat dirimu terkesan. adikku dipecat karena dianggap tak melayanimu dengan baik. kakak perempuanku ingin sekali secantik dirimu, dia menjepit rambutnya dengan jepun. sama seperti yang kau pakai.

bayangkanlah jika semua orang ingin menjadi sepertimu:

cantik seperti boneka.

semuanya ingin pirang.

semua rambut berjepit.

dan, memakai jepun.

Mereka bangga dengan wujud barunya, menjadi sepertimu, Boneka Pirang Berjepit Jepun. Mereka juga berfoto dengan  hijaunya sawah, berfoto dengan kotornya jalanan penuh lumpur, berfoto dengan pertarungan ayam jago, berfoto dengan patung depan rumahku. Atas  foto-foto itu mereka membuat postcard.

Dunia bilang itu eksotis, ayahku bilang itu eksotis, ibuku bilang itu eksotis, adikku bilang itu eksotis, kakakku juga bilang itu eksotis.

ah kawan aku hanya tertawa.

Hidup

Kesedihan

Bunga kamboja tertelungkup diatas nisan

Asa

ombak pantai bergulung-gulung

Kebahagiaan

Bunga matahari menengadah ke langit

sepoian angin menghempas banyak rasa

daun kering, debu, partikel batu, sekaligus badai di dalam hati

kertas putih berisi goresan-goresan tinta beterbangan menentukan arahnya

sejenak gemuruh lalu berlalu

terhentikan

hening

DUNIA ZUKI

Kriiiiing…..suara alarm kepalaku membangunkanku dari tidur yang sama sekali tak panjang dalam tiga hari ini. hfff…aku tidur baru 2 jam lalu. Terasa lama dalam ukuran waktu rohku, terasa sangat singkat untuk waktu dunia, lihat tubuhku mulai tampak tanda-tanda kerapuhan dunia ;wajah sayu,cekung,tak bergairah, bibir pecah-pecah, dan mata panda, tubuh ini punya waktu sendiri meraung-raung karena protes terhadap jam biologis yang kacau luar biasa.

Enam cahaya masuk dalam ruangan kamarku pertemuan antara cahaya kamar mandi dan 6 glass-block di dinding kamar. cahaya-cahaya itu berdesakan masuk dan memantul setelah bertemu dengan cermin yang memang menanti kedatangan pasukan cahaya. Dari sudut ranjang aku tak bergerak, lebih tepat tak dapat bergerak…bola mata ini mencoba menangkap, menguasai apa yang terjadi dalam pantulan cermin. Gairah menguasai mata ini, akal ini untuk tetap liar menaklukkan tubuh tak bergerak diatas ranjang.

Mata ini masuk pada deretan-deretan cahaya seperti cincin yang mengitari jupiter. Lembut dan berdebu melayang. Aku terhipnotis…masuk semakin jauh…jauh…jauh…tak berdaya.

Kriiiiing…..suara alarm kepalaku membangunkanku dari tidurku lagi. hfff…aku tidur baru 2 jam lalu. Terasa lama dalam ukuran waktu rohku, terasa sangat singkat untuk waktu dunia, lihat tubuhku mulai tampak tanda-tanda kerapuhan dunia ;wajah sayu,cekung,tak bergairah, bibir pecah-pecah, dan mata panda, tubuh ini punya waktu sendiri meraung-raung karena protes terhadap jam biologis yang kacau luar biasa.

aku tak mengerti semua tampak berputar…peristiwa berulang, kesadaran berulang, segala hal terasa menghipnotis, kelelahan yang sama terasa, sudut yang sama, cahaya yang sama… yang kutahu aku tertidur 2 jam lalu sejak 3 hari lalu…semuanya berdetak berlomba lebih cepat dari detak jantungku. aku masih melihat cermin yang terpantul itu….tak berdaya diriku menerima kenyataan yang melintas di hadapanku.

Kriiiiing…..suara alarm kepalaku membangunkanku dari tidurku lagi. terdengar semakin nyaring. yang kutahu Aku tidur baru 2 jam lalu. Terasa lama dalam ukuran waktu rohku, terasa sangat singkat untuk waktu dunia, lihat tubuhku meraung-raung karena protes terhadap jam biologis yang kacau luar biasa.

Bahuku terasa lelah, kucoba mengangkat kepala dan melihat pemandangan yang berbeda di hari sebelumnya. kamarku persegi empat, bercat putih, ada 6 glass block di dinding tapi aku tak menemukan sebuah cermin, tak menemukan cahaya, tak menemukan cincin planet yupiter itu. aku menemukan kedua tanganku terikat pada ujung ranjang, tak ada siapa-siapa di kamar ini, hanya aku seorang. Dengan gairah yang dimiliki oleh mata ini, kukuasai, kutelanjangi huruf-huruf yang ada di atas pintu putih dengan lubang kecil yang ditutupi jaring-jaring besi. Paaaa-ssssi-ennn.

Yang kutahu aku tertidur 2 jam lalu sejak 3 hari lalu, tapi baru ku tahu aku terikat di atas ranjang, dalam ruangan putih….

Aku tak mengerti.

Sedjarah Oerang Soerabaia

bungtomo1

Bismillahirrahmanir rahim…
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah
menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada
kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan,
menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan
mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe
dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah
menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang
ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan
pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja
ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah
koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di
Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin
mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di
Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari
djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan
mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan
jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang
dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer
daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

——————————————

Tahukah Anda bahwa Bung Tomo [1920-1981] yang secara heroik mampu mengobarkan semangat juang arek-arek Suroboyo dengan pekikan takbirnya yeng membahana di langit Surabaya dalam menghadapi NICA pada 10 November 1945 sampai saat ini belum diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional. Karena ketegasan sikap dan prinsipnya, lugas dan apa adanya membuat hubungannya renggang dengan Soekarno dan Soeharto. Bahkan Bung Tomo sempat menginap di hotel prodeo [baca: penjara] selama setahun sejak1 tahun sejak 11 April 1978 ketika banyak mengkritik kebijakan Orde Baru. Sikap tegas dan kritisnya tetap dibawa Bung Tomo sampai akhir hayatnya. Bung Tomo enggan dimakamkan di taman makam pahlawan karena makam tersebut dinilainya banyak diisi ‘pahlawan kesiangan’ [Kompas, 10 Nov 2007] . Bung Tomo meninggal saat menunaikan ibadah haji di Makkah al Mukarromah pada tanggal 7 Oktober 1981. Pada tahun 1982 jenazahnya dibawa pulang ke Indonseia dan dikebumikan di Ngagel, Surabaya.

SELAIN PEJUANG TERNYATA BUNG TOMO RAJIN NULIS TTG KEHIDUPAN DI SEKELILINGNYA…KITA LIAT YUK…

Puisinya menggugah hati dua pemimpin :

Kepada DWITUNGGAL
SOEKARNO-HATTA

Dengarkan wahai dua pelita!
Jeritan jantungku ini!
Bukakan dadamu!
Bukakan jantungmu!
Dimana detikan darah patriotmu terasa!

Gumpalan awan
sedang menutup
Cahaya baskara di negeri kita,
Belumkah kau dengar?
Hati menggetar
Pecinta Nusa yang sedang gusar?

Ya TUHANKU seru sekalian alam,
Gerakkanlah jantung mereka,
Gerakkanlah tangan mereka,
Agar berjabat, erat-erat!

Hindarkan Nusaku
Hindarkan rakyatku
Dari bencana
Sudah cukup darah membasah
Sudah cukup airmata tertumpah,
Diatas bumi
Pertiwi sakti

Jakarta, 4 Maret 1958

Puisinya untuk Isterinya:

ISTERIKU

Bersih, kasih, murni
Kau datang
Sedang aku seorang
Mengenang diri
Kau ajak
Aku berhak
Melepas tirta suci!
Pelukmu
Ciummu
Membakar
Berkobar
Tubuhku
tergetar
Isteriku, aku puas
Meskipun
Hiburanmu…
terbatas !

Pudak, malam hari
5 Mei 1949

Puisinya tentang Mahasiswa :

K.A.M.I

Tenanglah!
Ada kuliah

Kusuma bangsa sedang berjoang
Menuntut ilmu mencapai terang
Ilmu statistik memecah otak
Yang lain lagi membuat botak

Disiplin ketat
Wajib mencatat
Lidah dosen nan bersilat
Jari-jari sehalus sutera
Nampak menari diatas kertas
Tenang
Damai, mutlak aman
lingkungan ini

Dibelakang kaca yang tebal
Sayu berkedip mata yang sabar
Angin meniup sang rambut ikal
Tidak menarik pandangan nyasar

Sang dosen pusat
Pusat segala
Bila tak hendak
Ujian rusak
Lalu terisak

Puisinya di hari idul fitri :

Jakarta, Lebaran 1981

Assalamualaikum wr. wb.

Saudara…sekeluarga
Alangkah indahnya hidup ini
Bila tiba Idul fitri
Pada waktu mana diri ini
Terasa terlahir kembali

Lalu ingat pada teman
Atau merasa diingat kawan
Sungguh sejuk udara di taman
Semerbak wangi bunga di taman

YA ALLAH TUHAN YANG ESA
Getaran hati ini sungguh terasa
Mohonkan kekuatan ketabahan
Juga bagi teman seiman

Lurus jalan yang DIKAU tunjuk kini
Lurus jalan kan ditempuh
Kita semua sesama teman, hambaMu ini,
Saling memaafkan tanpa rapuh

Tomo (Bung Tomo)
sekeluarga

dari buku: Bung Tomo Suamiku, di tulis istrinya Bung Tomo, Sulistina Soetomo.


SUMBER:http://mywritten.multiply.com/journal/item/277, WWW.ilmusejarah.com

Kepalaku: kantor paling sibuk di dunia

Engkau tahu?

Kepalaku kantor paling sibuk di dunia. Anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah disana. Tak kenal hari minggu atau hari libur nasional. Takpula mengenal siang-malam. Tak mengenal apa-apa kecuali bekerja, bekerja, bekerja, bekerja, bekerja..

Kadang-kadang ingin sekali suatu pagi melihatnya datang menyodorkan sehelai map berisi surat permohonan cuti. Ingin pergi ke satu tempat yang jauh, mengasingkan diri beberapa hari di awal Desember yang lembab sembari merayakan hari ulangtahun sendiri. Lalu di depan pintu kantor terpasang sebuah tanda warna merah : TUTUP.

Tetapi ia betul-betul pekerja keras. Setiap hari ia berada di kantor. Mungkin hendak menyelesaikan seluruh persoalan waktu yang tidak pernah mampu selesai itu : tentang masa lampau yang tersisa di masa sekarang, tentang keinginan berhenti atau tak berhenti, juga tentang perihal lain yang sepele namun sungguh rumit buat dijelaskan.

Ya, percayalah ! Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia. Anehnya, hanya seorang bekerja tiada lelah disana : Engkau saja !

Ini puisi yang kubaca di Kompas dan mohon maaf lupa sama nama penulisnya. dialognya menarik..

tentang karya pramoedya

    aku baca ulang lagi novelnya berjudul gadis pantai lalu nyambung baca bumi manusia sekaligus sambil jalan baca jalan raya pos, jalan raya deandels. keren banget full banget cerita sejarah. pram pintar sekali, pertama dia membuat secara kreatif tulisan tokoh2 yang dimasanya itu , mungkin, bukan siapa2 tapi dia membuat tokoh itu menjadi penting. maksudku sejarah komunal sering melupakan cerita individu dan tidak bahkan kurang dianggap sebagai bagian dari sejarah bangsa. kalo secara riset… dia  mungkin  melakukan pengambilan data  oral lalu membuat catatan2 tentang perjalanan pribadi .  aku lupa namanya, apa benar istilahnya itu pengambilan data oral ya?

si Minke, tokoh dalam bumi manusia itu, dalam plot cerita, tidak pernah dijelaskan siapa namanya, nama pribuminya. Minke itu berarti monyet. tentang siapa si Minke, sepertinya pram jelaskan dalam bukunya berjudul “sang pemula”. keren banget deh. seperti cerita berantai. lalu kita bisa membayangkan ttg kondisi indonesia (belanda, pribumi, tionghoa totok-peranakan) terutama situasi masyarakat. kalo aku lihat dan sebuah pemahaman menarik dariku adalah pada dasarnya, menurut dialog cerita yang kutangkap, kelompok pribumi tak melulu dijajah bangsa asing tapi juga dijajah oleh bangsanya sendiri melalui tatakrama adat yang sungguh mengagungkan level masyarakat. bayangkan aja ditanah kita sendiri: orang2 bangsa kita sendiri menggolongkan “nyi ontosoroh” sebagai perempuan pribumi modern gara2 dianggap nikah dengan seorang belanda, walaupun dijaman itu pernikahannya dianggap taksah/tak diakui. kalo dijelaskan di sini rasanya terlalu panjang lebar.. intinya ada level masyarakat yang dianggap bermartabat :  golongan pertama adalah golongan kulit putih, kedua indo (perkawinan belanda dan pribumi), ketiga pribumi+cina. kelompok indo itupun seringkali mengaku diri mereka sebagai keturunan murni kulit putih karena semata mendapatkan hak istimewa yang lebih. dijaman se susah itu siapa siy yang tak mau…?

yah baca saja deh! kalo doyan sejarah pasti  suka!menarik sekali, penulis yang kritis lalu ia tuangkan dalam lakon si minke. selain itu awal- akhir cerita berhasil diceritakan pram  denga smooth. 4 jempol buat pram.

kamu tau yang dunia tau…?

http://www.ensiklopedi.com/ensiklopedi/g/index.shtml

Perempuan Terkuat Dunia

Condoleezza Rice

Condoleezza Rice, salah seorang wanita terkuat dunia. Perempuan lajang kelahiran Birmingham, Alabama, 14 November 1954, itu menjadi Menlu AS ke-66 dan perempuan kulit hitam pertama yang menduduki jabatan itu. Rice memberikan sumpahnya sebagai Menlu 28 Januari 2005 dihadiri Presiden Bush.

Perempuan Pertama Presiden India

Pratibha Patil

Pratibha Patil, perempuan pertama yang menjabat Presiden India. Gubernur Negara Bagian Rajasthan Ke-16 dan politisi Partai Kongres pimpinan Sonia Gandhi, ini terpilih menjadi Presiden India Ke-13 dalam Pilpres India 19 Juli 2007. Dia menggantikan APJ Abdul Kalam pada 24 Juli 2007.

Bapak Ilmu Pengetahuan

Aristoteles

Ahli filsafat terbesar di dunia sepanjang zaman, bapak peradaban Barat, bapak ensiklopedi, bapak ilmu pengetahuan, atau guru(nya) para ilmuwan adalah berbagai julukan yang diberikan pada ilmuan ini. Berbagai temuannya seperti logika yang disebut juga dengan ilmu mantik yaitu pengetahuan tentang cara berpikir dengan baik, benar, dan sehat,  membuat namanya begitu dikenal oleh setiap orang di seluruh dunia yang pernah mengecap pendidikan.

Bapak Industri Plastik

Leo Hendrik Baekeland

Plastik yang tak lunak jika dipanaskan atau plastik tahan panas, yang kemudian dinamai ‘bakelit’, ditemukan pertama kali oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga negara Amerika berkebangsaan Belgia. Bakelit, itu sebenarnya bukanlah temuan pertamanya sebab sebelumnya ia juga telah menemukan foto velox.

Penemu Satelit Titan

Christiaan Huygens

Satelit Titan merupakan satu dari tiga puluh satu satelit yang mengorbit Planet Saturnus. Satelit ini pertama kali ditemukan oleh Christiaan Huygens, seorang astronom Belanda pada tahun 1655. Titan merupakan salah satu satelit favorit untuk diteliti lebih jauh disamping Satelit Europa yang mengorbit Planet Yupiter dimana satelit itu diketahui memiliki lautan air di bawah lapisan permukaan esnya.

Bapak Sistem Pabrik

Sir Richard Arkwright

Orang yang gigih. Sampai umur 50 tahun, malam hari ia manfaatkan untuk belajar tata bahasa dan pengetahuan lain dalam mengejar ketertinggalannya. Begitu juga dalam bekerja, 16 jam dalam sehari selalu ia pergunakan. Itulah pribadi Sir Richard Arkwright, pengusaha industri tekstil, dan penemu mesin pintal, yang dijuluki ‘Bapak sistem pabrik’ini.

Penemu FM Radio

Edwin Howard Armstrong

Ia penemu FM radio, sirkuit regeneratif dan superheterodin, sehingga ia dijuluki bapak sirkuit. Memamg sejak kecil, Armstrong si anak pemalu putra dari seorang penerbit buku (ayah) dan guru (ibu), ini sudah tertarik pada mesin, kereta api, dan segala peralatan yang dianggapnya aneh.

Muslimah Pertama Raih Nobel

Shirin Ebadi

Ahli hukum, hakim, pengajar, penulis, dan aktivis pembela hak asasi manusia Iran, Shirin Ebadi (56) meraih hadiah Nobel Perdamaian 2003. Ia merupakan wanita Muslim pertama peraih penghargaan Nobel, tokoh Muslim ketiga setelah Yasser Arafat (1994) dan Anwar Sadat (1978), dan merupakan wanita kesebelas dalam 103 tahun sejarah Nobel

Pelaut Jadi Presiden Romania

Traian Basescu

Ingat Romania, ingat Nicolae, pemimpin komunis Romania Nicolae Andruta Ceausescu yang ditembak mati pada 25 Desember 1989. Namun, 15 tahun setelah itu, antek-antek komunis tak kunjung lenyap. Hari Minggu 12 Desember, “tembakan” kedua bagi eks komunis terjadi dengan kemenangan Traian Basescu (53) pada pemilu presiden.

Lokal punya:

Pengagas AKABRI

Jenderal Gatot Subroto (1907-1962)

Jenderal Gatot SubrotoTentara yang aktif dalam tiga zaman ini pernah menjadi Tentara Hindia Belanda (KNIL) pada masa pendudukan Belanda, anggota Pembela Tanah Air (Peta) pada masa pendudukan Jepang dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah kemerdekaan Indonesia serta turut menumpas PKI pada tahun 1948. Ia juga menjadi penggagas terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Pahlawan Nasional dari Maluku

Kapitan Pattimura (1783 -1817)

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut.

Menteri Pemberani Tidak Populis

Purnomo Yusgiantoro

Dia menteri terbaik Kabinet Gotong-Royong. Pantas saja Presiden Yudhoyono  mengangangkatnya kembali menjabat Menteri ESDM Kabinet Indonesia Bersatu. Dia menteri pemberani mengambil kebijakan tidak populis demi kepentingan kemandirian bangsa. Berani menaikkan harga BBM mengikuti standar harga internasional.

Menjabat Menteri 15 Tahun

Cosmas Batubara

Dia mantan aktivis mahasiswa (Ketua Umum Presidium KAMI 1966) yang kemudian selama 15 tahun menjabat menteri. Pria yang selalu tampak tenang namun pemberani itu setelah tidak lagi menjabat menteri, dia mengikuti Program Pasca Sarjana FISIP UI dan meraih gelar doktor pada usia 74 tahun, Kamis (22/8/2002).

Legenda Cerita Silat

Kho Ping Hoo (1926-1994)

Dia legenda pengarang cerita silat. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926, yang kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar  400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa.

Bapak Keluarga Berencana

Haryono Suyono

Pria kelahiran Pacitan, 6 Mei 1938, ini layak digelari Bapak Keluarga Berencana Indonesia. Dia, Haryono Suyono, adalah pejabat Kepala Badan BKKBN Pusat paling lama dan paling berhasil. Dia sukses menggalang keluarga berencana di indonesia. Bahkan pendataannya tentang keluarga prasejahtera (miskin) masih diandalkan sampai saat ini.

Pendiri Harian Indonesian Observer

Herawati Diah

Siti Latifah Herawati Diah kelahiran 3 April 1917 adalah pendiri harian berbahasa Inggris Indonesian Observer (1955). Dia bersama suami B.M. Diah adalah pelaku catatan panjang jurnalisme Indonesia. Suaminya B.M. Diah adalah pendiri dan pemilik koran “Merdeka” yang diterbitkan pertama kali Oktober 1945. Tujuannya untuk mengisi kemerdekaan.

Penghargaan buat Empu Keris

Ki Empu Djeno Harum Brodjo

Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa melalui daya cipta dan kreasi keris serta membuat keris dengan keahlian dan cara-cara seperti empu pada zaman dahulu, merupakan salah satu jasanya yang menjadi pertimbangan pemerintah menganugrahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma, Agustus 2003.

 kalo aku pahlawan apa y????? ;-@ 

btw percaya kan belajar dan yang berniat mau sekolah tak terbatas umur…liat tuh pak cosmas. 

ayo berkreatifitas!!!!! siapa tahu ikut jejak ko ping ho

hidupku pukul 16.00 19/02/08

senengnya bernafas hari ini…

aku lagi baca lalu merenung tentang kalimat ini lalu pikiranku jadi melompat kemana-kemana:

“konflik pada dasarnya adalah mekanisme untuk berkomunikasi” 

    kadang ato bahkan sering aku melihat konflik itu sesuatu yang frontal, berbeda, lalu marah, bermusuhan, membenci. tapi ketika berelasi aku melihat konflik sebagai sesuatu yang berbeda. konflik adalah salah satu cara untuk berkomunikasi, ketika kita memahami apa dan bagaimana kapasitas atau karakter konflik bukankah kita sedang berdialog untuk memahami satu sama lain?

kadang terpana saja melihat diriku berproses, melihat hal yang sama diwaktu yang berbeda dengan sudut pandang yang berbeda. ada ruang dan waktu yang bisa digeser oleh apa yang namanya pikiran. hihiy…pikiran itu melayang tak punya ruang dan waktu… telanjang begitu saja. bisa dibuka pada waktu dan tempat yang kita inginkan. hmm…percaya ga kalo pemahaman yang bisa dibilang “kebijaksanaan karena memahami” itu ada masanya? ada masa kita melihat dengan sinis, manis, kemurkaan.  pada intinya kita  menjalani dan memahami suatu kebijaksanaan dengan jalan yang mana….

yeah..pertanyaan itu tentu jadi PR buat diriku…

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.